
Pada triwulan pertama 2026 (Januari-Maret), tercatat sebanyak 222 pekerja di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, terdampak PHK, dimana mayoritas penyebabnya adalah efisiensi perusahaan.
Salah satunya pabrik garmen PT. Mataram Tunggal Garmen (MTG) di Balong, Donoharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta, yang mengalami kebakaran hebat pada Rabu dini hari, 21 Mei 2025 sekitar pukul 03.00 WIB. Insiden ini menghanguskan sekitar 85% bangunan pabrik, hingga menyebabkan ratusan pekerja terkena PHK.
PHK terjadi dalam dua gelombang, gelombang pertama terjadi tak lama setelah pabrik terbakar pada 21 Mei 2025, dengan 989 pekerja terdampak. Sementara gelombang kedua akan berlangsung pada 28 April mendatang, menyasar 379 pekerja.
Menurut informasi, para pekerja yang mengalami PHK gelombang pertama oleh perusahaan diberikan pesangon sebesar 0,75 persen, sedangkan ada kabar bahwa untuk gelombang kedua ini, pesangon yang akan diberikan lebih rendah dengan hanya mendapat pesangon sebesar 0,50 persen, hal itu dianggap tidak adil padahal para pekerja yang masuk dalam gelombang kedua PHK ini sudah puluhan tahun bekerja.
Serikat pekerja PT. Mataram Tunggal Garment (MTG) sepakat menolak pemberian pesangon murah yang ditawarkan perusahaan seiring dengan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK).
Salah satu karyawan PT. Mataram Tunggal Garment (MTG) menuturkan bahwa kita pekerja saat ini masih bekerja dan terakhir rencananya tanggal 28 April kita semua di-PHK, cut-off. (Total semua) 379 pekerja.
Para pekerja menolak alasan perusahaan yang bangkrut sebagai dalih kebijakan ini. Kenyataan di lapangan perusahaan masih menerima banyak pesanan dan berproses dalam pembangunan. Hingga saat ini mereka belum mendatangi perjanjian pesangon ini.
Ketua Divisi Advokasi DPD KSPSI DIY yaitu Sdr. Waljito menambahkan, berdasarkan data yang pihaknya kumpulkan, PT. MTG tidak mengalami kerugian dan order terus berjalan. Oleh karena itu, ia mendampingi para buruh untuk melakukan Bipartit di Disnaker Sleman agar perusahaan bisa memberikan hak pesangon sesuai tuntutan.
Serikat Pekerja PT. Mataram Tunggal Garment (MTG) bersama DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) DIY sepakat untuk mengawal dan memperjungkan penolakan pesangon murah dari Perusahaan, namun demikian mereka sepakat mengawal perjuangan itu dengan tetap menjaga kondusifitas di Yogyakarta khususnya Kabupaten Sleman.
Sdr. Waljito selaku Ketua Divisi Advokasi DPD KSPSI DIY menyatakan siap menjadi penjembatan buruh di wilayah Yogyakarta dalam menangani setiap permasalahan perburuhan dan berkomitmen untuk turut serta bersama sama elemen masyarakat, Polri dan TNI dalam menjaga kabupaten Sleman dan Yogyakarta supaya tetap aman dan damai. (SBD)


Komentar