Momentum Idulfitri Jadi Ajang Refleksi dan Penguatan Kebersamaan
SLEMAN — Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, melaksanakan kegiatan syawalan bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Sleman di Pendopo Parasamya, Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman.
Kedatangan Gubernur DIY beserta rombongan disambut langsung oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya, didampingi Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sleman.
Dalam sambutannya, Bupati Sleman menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah sekaligus permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh hadirin.
“Momentum syawalan ini menjadi kesempatan bagi kita semua untuk saling memaafkan sekaligus memperkuat kebersamaan dalam membangun daerah,” ujarnya.
Komitmen Tingkatkan Pelayanan Publik
Lebih lanjut, Bupati Sleman menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Ia menilai tantangan pembangunan ke depan semakin kompleks dan membutuhkan aparatur yang profesional, berintegritas, serta responsif terhadap dinamika yang berkembang.
“Pelayanan publik bukan sekadar rutinitas, tetapi merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat. Oleh karena itu, kami terus mendorong peningkatan kapasitas ASN agar menjadi insan yang profesional dan berintegritas,” jelasnya.
Selain itu, pentingnya kolaborasi dan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, serta seluruh pemangku kepentingan turut ditekankan guna mendukung pembangunan di Kabupaten Sleman.
Pesan Sultan: Implementasikan Nilai Ramadan
Pada kesempatan yang sama, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menekankan bahwa nilai-nilai yang diperoleh selama bulan Ramadan harus terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun berbangsa.
Ia menyampaikan bahwa syawalan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana memperkuat nilai keikhlasan, kesabaran, dan kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan.
“Dengan semangat Idulfitri, kekusutan hubungan antar sesama akan diurai kembali. Saya berharap syawalan ini menjadi telaga spiritual yang mencerahkan hati dalam menjalankan ketugasan,” ujar Sultan.
Tekankan Prinsip Mawas Diri dalam Kepemimpinan
Dalam arahannya, Sultan juga mengingatkan pentingnya prinsip Mulat Sariro, Jumangkah Jantraning Laku, yakni sikap mawas diri dalam setiap pengambilan kebijakan. Menurutnya, pemimpin harus mampu berpikir jernih, empatik, serta menjunjung tinggi norma dan aturan yang berlaku.
“Sudah selayaknya kita mampu berpikir jernih dan empatik, karena bagi orang-orang yang arif, ia akan takut melanggar berbagai aturan dan norma yang ada,” tuturnya.
Simbol Keharmonisan Antar Pemerintah
Kegiatan syawalan ditutup dengan prosesi jabat tangan antara Bupati Sleman beserta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Sleman dengan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY. Prosesi tersebut menjadi simbol keharmonisan serta sinergi antar pemerintah daerah dalam membangun wilayah yang lebih maju dan sejahtera.


Komentar