Uncategorized
Beranda / Uncategorized / Komitmen Brigata Curva Sud (BCS) Untuk Menjaga Rumah Bersama Dengan Mengawal Kondusifitas Kabupaten Sleman Setelah Kembalinya PSS Sleman Promosi Liga 1

Komitmen Brigata Curva Sud (BCS) Untuk Menjaga Rumah Bersama Dengan Mengawal Kondusifitas Kabupaten Sleman Setelah Kembalinya PSS Sleman Promosi Liga 1

​Kembalinya PSS Sleman ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia untuk musim kompetisi 2026/2027 membawa angin segar sekaligus tantangan besar bagi publik sepak bola Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kepastian ini memastikan tersajinya kembali Derby DIY yang mempertemukan Super Elang Jawa dengan sang tetangga, PSIM Yogyakarta, dalam satu panggung di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

​Menyadari besarnya tensi yang akan terjadi, Brigata Curva Sud (BCS), mengambil langkah progresif dengan menegaskan komitmen penuh untuk menjaga kondusifitas Kabupaten Sleman, terutama di wilayah-wilayah perbatasan yang rentan gesekan. Rivalitas lokal antara PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta memiliki sejarah panjang yang emosional. Namun, kompetisi musim 2026/2027 harus disikapi dengan cara pandang yang lebih matang. Sepak bola merupakan sebuah hiburan, kompetisi yang sehat serta menjadi ajang pemersatu bagi masyarakat bukan menjadi ajang perpecahan dengan dasar perbedaan kebanggaan.

​Area perbatasan selalu menjadi titik krusial yang mendapatkan perhatian lebih. Wilayah-wilayah seperti Babarsari, Godean, Gamping, hingga area yang berbatasan langsung dengan Kota Yogyakarta menjadi fokus utama dalam menjaga iklim damai. BCS akan membuka ruang komunikasi dan konsolidasi internal secara berkala dan komunitas yang berada di garis perbatasan serta tidak menutup pintu bagi suporter PSIM Yogyakarta yang akan berkomunikasi, semua itu hanya untuk bersama-sama menjaga wilayah yang kondusif dan jangan sampai ada nyawa yang melayang hanya karena sepak bola.

​Pemahaman kepada para anggota, terutama generasi muda, bahwa rivalitas hanya berlangsung selama 90 menit di dalam stadion. Rivalitas diatas lapangan tidak seharusnya dibawa diluar lapangan karena tidak dipungkiri dari suporter PSS Sleman maupun PSIM Yogyakarta akan berbaur didunia kerja atupun tempat lainnya. Olahraga ini harus dipahami sebagai kompetisi yang sehat. Rivalitas yang tidak sehat harus dihilangkan, karena pada dasarnya kita semua bersaudara di bawah langit Mataram.

Masyarakat Padukuhan Penen RT 03 RW 24, Kalurahan Harjobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman sepakat jaga kondisi kamtibmas

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement