
Menjelang rencana kegiatan Buka Bersama dan Santunan Anak Yatim yang akan dilaksanakan pada 14 Maret 2026 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, jajaran Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) Kabupaten Sleman mulai melakukan berbagai persiapan, termasuk koordinasi internal serta komunikasi dengan berbagai pihak terkait. Langkah ini dilakukan guna memastikan kegiatan dapat berjalan dengan tertib, lancar, dan tetap menjaga situasi kamtibmas yang kondusif.
Rencana kegiatan yang akan dihadiri ratusan peserta tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antar anggota, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian sosial melalui pemberian santunan kepada anak yatim. Oleh karena itu, pengurus Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) Kabupaten Sleman menilai penting adanya kesiapan yang matang, baik dari sisi teknis pelaksanaan maupun pengondisian anggota di lapangan.
Dalam rangka mendukung kelancaran kegiatan, telah dilakukan komunikasi awal antara pihak Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) Kabupaten Sleman dengan unsur terkait, termasuk aparat keamanan setempat. Koordinasi tersebut bertujuan untuk mengantisipasi potensi kerawanan, terutama terkait mobilitas peserta yang diperkirakan cukup tinggi menjelang waktu pelaksanaan kegiatan.
Plt. Ketua Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) Kabupaten Sleman, Sdr. Wasis Budi Antoro, menyampaikan bahwa pihaknya menekankan kepada seluruh anggota agar menjaga ketertiban serta menghindari tindakan yang dapat menimbulkan gangguan di masyarakat. “Kami mengimbau kepada seluruh anggota agar tetap tertib, tidak melakukan konvoi berlebihan, serta menjaga nama baik organisasi. Kegiatan ini murni untuk silaturahmi dan berbagi dengan anak yatim,” ujarnya (08/03/2026).
Lebih lanjut, ia juga menegaskan pentingnya membangun sinergi dengan aparat keamanan guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif selama kegiatan berlangsung. “Kami siap berkoordinasi dengan pihak keamanan dan mengikuti arahan yang diberikan, agar kegiatan dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan potensi gangguan kamtibmas,” tambahnya
Selain itu, dalam komunikasi internal yang dilakukan, para pengurus juga menekankan pentingnya pengaturan kehadiran anggota serta pola kedatangan ke lokasi kegiatan. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi penumpukan massa maupun aktivitas konvoi kendaraan yang dapat mengganggu arus lalu lintas di sekitar lokasi. Dengan adanya langkah koordinasi dan penggalangan tersebut, diharapkan seluruh rangkaian kegiatan Buka Bersama dan Santunan Anak Yatim Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) Kabupaten Sleman dapat berjalan sesuai rencana, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat. Kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat citra organisasi sebagai kelompok pemuda yang aktif, tertib, dan berkontribusi dalam menjaga stabilitas sosial di wilayah Kabupaten Sleman.


Komentar