Selokan mataram merupakan saluran irigasi yang membelah DIY menghubungkan antara sungai Progo di sisi barat dengan Sungai Opak di sisi timur. Selokan Mataram dibangun tahun 1944, sepanjang 30,8 km dari Ancol hingga Kalasan serta mengairi areal pertanian seluas 15.734 ha, pada waktu itu. Renovasi yang pernah dilakukan, pertama tahun 1950, dan tahun 1980 oleh Departemen Pekerjaan Umun yaitu memperbaiki talud selokan di bagian hulu sepanjang 10 km. Beberapa perbaikan lainnya dilakukan juga pada sekitar tahun 2008-an. Masyarakat petani di wilayah Sleman timur meliputi kecamatan Kalasan, Berbah dan Prambanan merupakan petani yang mengandalkan air selokan mataram sebagai sumber pengairan bagi lahan pertaniannya
Kelompok Forum Petani Kapanewon Kalasan (FPKK) merupakan kelompok masyarakat petani yang ada di wilayah kecamatan yang anggotanya berasal dari 4 ( empat ) desa di kecamatan Kalasan. Petani di wilayah tersebut mengandalkan selokan mataram sebagai sumber pengairan bagi lahan pertaniannya. Akibat adanya permasalahan tidak mengalirnya aliran selokan mataram ke lahan pertanian menyebabkan keresahan bagi masyarakat petani di wilayah Kalasan. Bahwa hal ini sudah terjadi sekitar 4 tahun terakhir sehingga menyebabkan hasil pertanian di Kalasan menurun drastis akibat kekurangan air yang disebabkan dibukanya pintu air di dsn Grojogan Maguwoharjo ini. Untuk luas lahan pertanian yang terdampak untuk wilayah Kalasan sendiri sekitar 241 hektar dan total untuk wilayah sekitar kecamatan Kalasan, Berbah dan Prambanan seluas lk 4000 hektar.
Pada akhir Bulan Agustus 2024 kelompok tani Kalasan yang tergabung dalam kelompok Forum Petani Kapanewon Kalasan (FPKK) berencana akan menyampaikan keluhan ke BBWSO guna mencari solusi permasalahan air dari selokan mataram yang tidak sampai ke lahan pertanian di wilayah Kalasan. Nantinya mereka akan membawa seluruh petani yang terdampak matinya air selokan mataram dari wilayah kalasan yaitu desa karang kalasan, kowang, kalibening, Randu gunting dan wilayah kec Prambanan serta kec Berbah. Bila tuntutan.tidak dipenuhi informasinya akan melakukan sabotase menanam pohon pisang di tengah jalan sepanjang selokan mataram.
Kelompok Forum Petani Kapanewon Kalasan (FPKK) komitmen akan ciptakan kondusifitas wilayah serta menjalin komunikasi dengan dinas dan instansi terkait guna mengatasi polemik air selokan mataram bagi masyarakat petani di wilayah Kalasan.


Komentar