SLEMAN — Perkembangan teknologi digital dan media sosial memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh informasi. Namun, maraknya hoaks, ujaran kebencian, provokasi, hingga konten manipulatif berbasis kecerdasan buatan (AI) juga menjadi tantangan yang dapat memicu kesalahpahaman dan konflik sosial.
Menanggapi kondisi tersebut, Pondok Pesantren Hidayatullah di Kabupaten Sleman terus mendorong pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada pendidikan keagamaan, tetapi juga pembentukan karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepedulian sosial para santri.
Dalam proses pembelajaran, para santri dibekali pemahaman keagamaan sekaligus diarahkan untuk mampu menyikapi perkembangan zaman secara bijak. Literasi digital juga menjadi hal penting agar santri mampu memilah informasi, mengenali berita yang tidak benar, serta menggunakan media sosial secara bertanggung jawab.
Sebagai wilayah pendidikan dan tujuan wisata, Kabupaten Sleman memiliki masyarakat yang beragam. Karena itu, nilai toleransi, persaudaraan, penghormatan terhadap perbedaan dan semangat menjaga kerukunan menjadi bagian penting dalam membangun karakter generasi muda.
Pondok Pesantren Hidayatullah juga menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan pihak kepolisian, pemerintah dan berbagai elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Sleman.
Melalui pendidikan agama, pembentukan karakter dan peningkatan literasi digital, Hidayatullah berharap para santri dapat menjadi generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga mampu berkontribusi positif dalam menjaga persatuan dan kondusivitas masyarakat.


Komentar