Uncategorized
Beranda / Uncategorized / PC PMII (PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA) DIY SIAP MENGAWALAKSI SEPTEMBER HITAM GUNA MENJAGA SITUASI KAMTIBMAS DI WILAYAH SLEMAN AGAR TETAP AMAN DAN KONDUSIF

PC PMII (PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA) DIY SIAP MENGAWALAKSI SEPTEMBER HITAM GUNA MENJAGA SITUASI KAMTIBMAS DI WILAYAH SLEMAN AGAR TETAP AMAN DAN KONDUSIF

Screenshot

Sebagai negara demokrasi, Indonesia sering dijuluki sebagai “Laboratorium Demokrasi Dunia”. Sebagai negara kepulauan dengan ribuan etnis dan bahasa, perjalanan Indonesia dalam berdemokrasi bukanlah sekadar pilihan sistem politik, melainkan sebuah ikhtiar panjang untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman. Menjadi negara demokrasi terbesar ketiga di dunia tentu tidak luput dari tantangan. Isu-isu seperti politik uang, polarisasi di media sosial, hingga menjaga kebebasan berpendapat tetap menjadi pekerjaan rumah yang besar.

Demokrasi kita memang masih “berisik” dan penuh perdebatan, namun justru kebisingan itulah bukti bahwa jantung kebebasan masih berdenyut. Seperti kata Bung Hatta, “Demokrasi bisa tertindas sementara karena kesalahannya sendiri, tetapi setelah ia mengalami cobaan yang pahit, ia akan muncul kembali dengan penuh keinsafan.” Demokrasi di Indonesia bukanlah sebuah produk jadi yang diimpor dari Barat, melainkan sebuah organisme hidup yang terus tumbuh, beradaptasi, dan terkadang mengalami luka dalam proses pendewasaannya. Dengan lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnis, Indonesia adalah eksperimen demokrasi paling ambisius di dunia.

Demokrasi bukan hanya tentang kebebasan berbicara di mimbar, tetapi juga tentang pemenuhan hak-hak dasar warga negara agar mereka mampu berpartisipasi secara bermartabat dalam kehidupan bernegara. 

Disisi lain PC PMII (PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA) DIY akan menggelar konsolidasi akbar dengan tema September Hitam yang mengangkat isu pelanggaran HAM yang sedang berkembang di Indonesia khususnya Yogyakarta pada saat ini. Aksi tersebut dilatarbelakangi keprihatinan mendalam terhadap situasi nasional. Organisasi mahasiswa tersebut menilai negara saat ini mengalami krisis akuntabilitas dan gagal melindungi hak-hak dasar warga negara. Aksi tersebut jugamenjadi wadah bagi kader PMII DIY untuk menyampaikan keprihatinan terhadap persoalan akuntabilitas negara serta perlindungan hak-hak dasar masyarakat. Dalam aksinya, PMII DIY merujuk pada sejumlah data dari Komnas HAM, BNPB, dan lembaga advokasi masyarakat sipil sebagai dasar penyampaian sikap.

Dalam momen ini, sdr. M.Faisal selaku Ketua PMII DIY tersebut siap untuk berjuang dengan tetap menjaga kondusifitas di Kabupaten Sleman. Mereka menyatakan siap menjadi pemantik generasi muda terutama seluruh elemen Mahasiswa di DIY untuk turut serta serta bersama sama elemen masyarakat, Polri dan TNI dalam menjaga kabupaten Sleman supaya tetap kondusif.

Warga dusun Jebresan akan tempuh cara mediasi dengan PT. Bakpia Juara

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement