Pembangunan akses jalan yang akan dilakukan oleh PT Bakpia Juwara Satoe d.a Jebresan, Kalitirto, Berbah, Sleman telah mendapatkan reaksi dari warga masyarakat Jebresan. Warga melakukan protes dengan memasang berbagai spanduk di sekitar lokasi. Salah satu tokoh masyarakat di dusun Jebresan menjelaskan bahwa bentuk protes warga terhadap PT Bakpia Joewara Satoe disebabkan antara lain bau limbah dari lokasi pabrik Bakpia, tidak ada sosialisasi ke warga terkait pembangunan menggunakan alat berat, ada kekhawatiran warga ada dampak getaran alat berat dan proyek yang akan membuat lahan parkir dan pintu keluar tersebut akan berdampak polusi udara ke warga Jebresan dan pintu keluar tepat di jalan Tikungan akan rawan terjadi laka lantas. Dalam rapat warga dusun Jebresan telah menghailkan keputusan warga akan melakukan protes kepada pihak perusahaan, namun protes akan dilakukan dengan damai. Kami akan mengutamakan musyawarah dengan perusahaan karena mengingat juga keberadaan pabrik bakpia telah membawa dampak positif juga bagi masyarakat. Kami harapkan perusahaan lebih memperhatikan lingkungan sekitarnya, jangan hanya mencari untung.
Pihak manajemen PT. Bakpia Juwara Satoe menjelaskan Pabrik Bakpia di dusun Jebresan, Kalurahan Kalitirto, Kapanewon. Berbah, Kabupaten Sleman. Dengan berkembangnya industri ini membawa dampak positif dan negatif bagi warga sekitarnya. Banyak warga yang kemudian bekerja dan mencari nafkah sebagai karyawan di pabrik tersebut. Pabrik Bakpia Juwara Satoe memiliki karyawan lk 300 orang. Pada awal sebelumnya akibat adanya operasional Pabrik Bakpia Juwara Satoe yang menghasilkan limbah telah membuat beberapa warga yang ada di sekitar lokasi pabrik menjadi tidak nyaman. Akibat limbah cair dari hasil produksi mengeluarkan bau tidak sedap di lingkungan sekitar pabrik dan ada yang merembes sampai ke sumur. Pihak Perusahaan Pabrik Bakpia Juwara Satoe sudah melakukan upaya untuk menanggulangi masalah limbah salah satunya dengan menanam 3 ( tiga ) buah tangki timbun besar di sebelah toko oleh – oleh jajanan dan bakpia. Terkait adanya permasalahan ini pihaknya akan menyampaikan keluhan warga Jebresan kepada manejemen pusat untuk segera menyelesaikan permasalahan ini, kami harapkan warga bersabar.
Aksi tuntutan warga sebelumnya sudah pernah dilakukan pada bulan Desember 2024 agar pihak pabrik membenahi penanganan limbah agar tidak mengeluarkan bau tidak sedap di lingkungan sekitar pabrik. Pihak Perusahaan Pabrik Bakpia Juwara Satoe sudah melakukan upaya untuk menanggulangi masalah limbah salah satunya dengan menanam 3 ( tiga ) buah tangki timbun besar di sebelah toko oleh – oleh jajanan dan bakpia namun sampai saat ini upaya tersebut menurut warga belum berhasil dan fakta yang terjadi di lapangan limbah tersebut masih mengeluarkan bau tidak sedap ketika produksi bakpia bertambah karena 3 ( tiga ) buah tangki timbun tersebut hanya mampu menampung limbah sebanyak 150 ribu liter dan apabila lebih akan muntah dan mengeluarkan bau tidak sedap sehingga mengganggu lingkungan sekitar pabrik.
Diinformasikan bahwa pada akhir bulan Oktober 2026 pihak PT Bakpia Juwara Satoe d.a Jebresan, Kalitirto, Berbah, Sleman akan melaksanakan pembangunan Proyek Jalan Masuk ke PT Bakpia Juwara Satoe dengan menggunakan alat berat.
Pada hari Senin tanggal 05 Oktober 2026 sekitar pukul 07.30 wib di wilayah dusun Jebresan, Kalitirto, Berbah, Sleman telah terpasang beberapa spanduk bentuk protes terhadap PT Bakpia Joewara Satoe. Adapun spanduk tersebut bertuliskan antara lain :
- Bakpiamu tak seindah Limbahmu
- Limbahmu Meresahkan # warga
- proyek di tutup warga
Hasil pulbaket diperoleh informasi bahwa pemasangan spanduk merupakan bentuk protes warga terhadap PT Bakpia Joewara Satoe yang disebabkan antara lain :
- Bau limbah dari lokasi pabrik Bakpia
- Tidak ada sosialisasi ke warga terkait pembangunan menggunakan alat berat, ada kekhawatiran warga ada dampak getaran alat berat.
- Proyek yang akan membuat lahan parkir dan pintu keluar tersebut akan berdampak polusi udara ke warga Jebresan dan pintu keluar tepat di jalan Tikungan akan rawan terjadi laka lantas.


Komentar