Menjelang dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang jatuh pada tanggal 20 Oktober 2026, Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Sipil akan menggelar aksi unjuk rasa serentak di berbagai kota besar di Indonesia, termasuk Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Bandung, Makassar, Mataram, dan Bogor.
Gelombang rencana aksi unjuk rasa oleh mahasiswa dan masyarakat sipil terjadi di berbagai daerah untuk mengevaluasi dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang dinilai masih jauh dari harapan masyarakat.
Dalam rencana aksi unjuk rasa oleh seluruh elemen tersebut juga menitik beratkan pada salah satu kasus yang menjadi perbincangan Dunia yaitu masalah Karhutla, dimana Indonesia kabarnya juga dituntut Negara tetangga akibat kabut asap yang menyelimuti Negara mereka.
Di tengah upaya penanganan Karhutla yang dianggap carut-marut itu, masyarakat makin dikecewakan dengan munculnya dugaan kasus korupsi di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Dugaan kasus tersebut dibongkar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lewat Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Oktober 2026 berkaitan dengan penyalahgunaan Dana Siap Pakai (DSP) untuk penanganan bencana darurat.
Secara garis besar Mahasiswa menuntut Pemerintah segera menuntaskan persoalan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan, Sumatera, dan Papua, kemudian mendesak Pemerintah mengatasi masalah sulitnya mencari kerja, korupsi yang merajalela serta ketimpangan sarana pendidikan di pelosok Indonesia.
Mereka juga akan turut mengevaluasi kinerja Pemerintah di sektor ekonomi, hak asasi manusia dan demokrasi, hukum dan tata kelola Negara yang notabene justru semakin menurun bahkan dinilai jeblok.
Di Kota Yogyakarta sendiri, beberapa elemen mahasiswa sudah mulai melakukan konsolidasi dalam rangka menyusun kekuatan untuk penyampaian aksi unjuk rasa yang akan diselenggarakan tepat di Dua Tahun kepemimpinan Prabowo-Gaibran.
UII Bergerak atau juga dari kelompok Keluarga Mahasiswa Universitas Islam Indonesia yang sering disebut Almamater Biru menurut informasi juga akan berpartisipasi dalam aksi unjuk rasa tersebut dengan slogan kosongkan ruang kelas saatnya kuliah dijalan.
Troy Amirul Ahmad, yang merupakan Ketua DPM Dewan Perwakilan MahasiswaUniversitas Islam Indonesia, menyatakan Mahasiswa UII siap turun kejalan untuk menyuarakan terkait Aksi 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo Gibran pada tanggal 20 Oktober mendatang. “Yang saat ini kami sedang sangat perhatikan betul adalah masalah Karhutla yang terjadi di berbagai titik di Indonesia,” katanya pada jurnalis.
UII Bergerak yang didalamnya merupakan Keluarga Mahasiswa UII adalah aliansi atau gerakan pro-demokrasi yang dipelopori oleh mahasiswa dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta yang lahir dari keresahan atas kondisi sosial, politik, dan kebijakan nasional.
Kegiatan dari UII bergerak ini sering mendapat dispensasi resmi dari pihak rektorat UII (melalui surat wakil rektor) serta dukungan dari sejumlah dosen yang meliburkan kelas agar mahasiswa dapat mengikuti aksi unjuk rasa dalam rangka memperjuangkan demokrasi.
Troy Amirul Ahmad selaku Ketua DPM Dewan Perwakilan Mahasiswa UII Universitas Islam Indonesia menyatakan siap menjadi pelopor generasi muda di wilayah Yogyakarta dalam menyuarakan aspirasi dan berkomitmen untuk turut serta bersama sama elemen masyarakat, Polri dan TNI dalam menjaga kabupaten Sleman dan Yogyakarta supaya tetap aman dan damai. (SBD)


Komentar